Pandangan Individu Modern pada Hakikat Hubungan Manusia dengan Alam Sekitar

 

Pandangan Individu Modern pada Hakikat Hubungan Manusia dengan Alam Sekitar



HENY SUPRAPTI



183104101183


Ilmu Budaya Dasar


Dosen Pengampu:Amin Nurohmah,S.pd.,M.sc







Pendahuluan

Kehidupan modern memiliki implikasi adanya pola pikir yang menuntut mobilitas yang tinggi, sikap percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi, serta keterbukaan menerima kemajuan di bidang apa pun. Hal ini memberikan gambaran bahwa individu modern haruslah berpikiran terbuka dan menerima segala perbedaan. Manusia sebagai pusat dari kehidupan modern tersebut senantiasa menerima berbagai terpaan dari budaya-budaya yang berasal dari belahan dunia lain. Hal ini dikhawatirkan dapat menggerus nilai-nilai kebudayaan lokal yang ada pada dirinya.

Kebudayaan sendiri memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan manusia. Menurut Herkovits dan Malinowski (dalam Soemardjan, 1964), cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu. Kemudian Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang berturun-temurun dari generasi ke generasi tetap hidup. Walaupun manusia yang menjadi anggota masyarakatnya sudah berganti karena kelahiran dan kematian.

 

Hubungan Manusia dengan Alam Sekitar

Orientasi nilai budaya atau yang bisa juga disebut sebagai sistem nilai budaya adalah konsep – konsep yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar masyarakat yang berkaitan dengan apa yang diinginkan, pantas, dan berharga, yang mempengaruhi individu yang memilikinya dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia. Menurut Kluckhonh (1961) salah satu permasalahan yang terkait pada pokok kehidupan manusia terkait dengan sistem nilai budaya yaitu hubungan manusia dengan alam sekitar. Masalah ini menyangkut kepercayaan bahwa alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan manusia. Sebaiknya ada yang menganggap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk di kuasai manusia. Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dalam alam.

 

Pandangan Manusia Modern terhadap Permasalahan Hubungan Manusia dengan Alam Sekitar

Sebagai dampak dari kebudayaan modern, manusia perlu memperhatikan segala hal yang terjadi di sekelilingnya. Hal ini dikarenakan manusia modern telah menerima berbagai terpaan informasi yang mampu mendorongnya untuk berfikir secara terbuka. Terkait dengan orientasi nilai budaya terhadap permasalahan hubungan manusia dengan alam sekitar, manusia dapat bertindak berdasarkan tiga orientasi berikut:

a.    Orientasi konservatif yaitu manusia tunduk kepada alam yang dahsyat. Orientasi ini memiliki implikasi bahwa manusia merasa lemah terhadap segala diberikan oleh alam semesta. Sebagai contoh, manusia sangat bergantung pada minyak bumi yang telah disediakan oleh alam. Selain itu, manusia juga sulit bertahan dari kejadian bencana yang dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. 

b.    Orientasi transisi yaitu manusia menjaga keselarasan dengan alam. Sebagai contoh, manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam dengan cara melalukan perawatan dan penghijauan kembali hutan-hutan yang telah rusak. Selain itu, orientasi ini juga dapat terlihat dari adanya kesadaran manusia untuk mengurangi penggunaan plastik guna mengurangi volume limbah tersebut.

c.    Orientasi progresif yaitu manusia berusaha menguasai alam. Sebagai contoh, para penebang hutan liar di Kalimantan berusaha memanfaatkan alam untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari kegiatan ilegal mereka tersebut seperti terjadinya bencana alam. Contoh lain adalah para pemburu binatang untuk diawetkan. Mereka tidak berpikir bahwa binatang jika diburu akan dapat merusak habitat dan ekosistem lingkungan alam. Mereka hanya berpikir jika mereka mendapatkan binatang untuk diawetkan, mereka akan mendapatkan uang banyak.

Seluruh uraian tersebut dapat memberikan kerangka berpikir mengenai bagaimana bentuk orientasi yang dapat dilakukan oleh manusia modern terhadap permasalahan hubungan manusia dengan alam dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu konservatif, transisi, dan progresif.

 

Sumber:

http://nissaaarifiani.blogspot.com/2017/04/masalah-pokok-kehidupan-manusia-menurut.html

http://www.idntimes.com/opinion/social/elsa-prisma/religion-and-relationship-with-god-c1c2/full

http://yessicasuvanni4.blogspot.com/2017/01/orientasi-nilai-budaya-orientasinilai.html

Kluckhohn, F.R&F.L. Strodtbeck. (1961). Variation in Values Orientation: A Theory Tested in Five Culture. Evanston, Illinois: Row, Peterson and Co.

Soemardjan, Selo. (1964). Setangkai Bunga Sosial. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Pranata Ekonomi