Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Pranata Ekonomi

 

Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Pranata Ekonomi 


HENY SUPRAPTI


183104101183


Ilmu Budaya Dasar


Dosen Pengampu:Amin Nurohmah,S.pd.,M.sc






Pendahuluan

Pada awal kehidupan manusia, kehadiran teknologi merupakan sesuatu hal yang sangat jarang terjadi atau lebih bersifat sederhana. Hal ini didasarkan pada kesederhanaan pola pikir manusia. Teknologi yang ada pada masa awal tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk berburu dan mengumpulkan makanan. Pada periode selanjutnya, terlihat perkembangan teknologi memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat sebagai dampak dari kemajuan peradaban manusia (Adib, 2011). Saat ini, perkembangan teknologi juga telah memberikan dampak terhadap derasnya arus informasi di kehidupan bermasyarakat.

 

Teknologi Informasi

Haag dan Keen (1996) mendefinisikan teknologi informasi sebagai seperangkat alat yang membantu individu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Teknologi informasi tersebut memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan sosial masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut banyak memberikan perubahan terhadap tata cara dan perilaku masyarakat di kehidupan. Menurut Martono (2012) adanya kemajuan teknologi dapat memberikan janji perubahan terhadap kehidupan masyarakat berupa kemajuan, kemudahan, peningkatan produktivitas, kecepatan informasi, dan popularitas. Salah satu contoh sederhana yang dapat terlihat dari perkembangan teknologi informasi yaitu kemudahan untuk bertransaksi jual beli secara online.

Transaksi jual beli secara online merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi informasi. Hal ini dikarenakan dengan teknologi informasi yang semakin maju, memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produknya kepada masyarkat. Konsumen juga merasakan manfaat sebab tidak perlu lagi melakukan transaksi jual beli secara konvensional. Hal ini merupakan salah satu contoh bahwa perkembangan teknologi telah memberikan perubahan dalam pranata sosial di masyarkat khususnya pada pranata ekonomi.

 

Pranata Sosial

Pranata sosial dapat didefinisikan sebagai suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat. Koentjarningrat (1979) menyatakan bahwa pranata sosial adalah sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat untuk berinteraksi menurut pola-pola atau sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

Salah satu bentuk pranata sosial yang ada di masyarakat yaitu pranata ekonomi. Pranata ekonomi merupakan bagian dari pranata sosial yang mengatur kegiaan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi barang/jasa yang dibutuhkan manusia. Pranata ekonomi lahir ketika orang-orang mulai mengadakan pertukaran barang secara rutin, membagi-bagi tugas, dan mengakui adanya tuntutan dari seseorang terhadap orang lain (Horton dan Hunt, 1987). Pranata ekonomi ini terlihat dari interaksi manusia dengan manusia lain dalam upaya memenuhi kebutuhannya.

 

Dampak Teknologi Informasi terhadap Pranata Ekonomi

Pada dasarnya, pranata ekonomi mengatur kegiatan ekonomi dasar masyarakat yaitu terdiri dari kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Perkembangan teknologi informasi memberikan perubahan pada ketiga kegiatan tersebut dengan memberikan fasilitas kemudahan bagi para produsen untuk dapat berinteraksi dengan distributor dan konsumen.

Teknologi informasi memungkinkan hadirnya pasar online yang menyediakan fasilitas bagi para produsen untuk menampilkan produk-produknya pada etalase online yang dimiliki. Hal tersebut kemudian dapat diakses secara langsung oleh konsumen dengan mudah. Ketika konsumen ingin melakukan pembelian produk, maka konsumen dapat langsung memilih produk yang diinginkan dan melakukan pembayaran. Selanjutnya, pembelian tersebut akan diterima langsung oleh produsen dengan mempersiapkan produknya dan mengirimkannya lewat bantuan jasa pengiriman (distributor) untuk mengirimkan produk tersebut langsung kepada konsumen.

Kemudahan transaksi jual beli tersebut tentu saja membutuhkan adanya kepercayaan dan kejujuran dari seluruh pihak yang terlibat. Tentu saja nilai-nilai tersebut memiliki peran penting pada seluruh aspek pranata sosial. Apakah kamu juga pernah melakukan jual beli online?

 

Sumber:

Adib, Mohammad. (2011). Filsafat ilmu: onto-logi, epistemologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haag dan Keen. (1996). Information Technology: Tomorrow’s Advantage Today. Hammond: Mcgraw-Hill College.

Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L. (1999). Sosiologi; Edisi Keenam Jilid I. Jakarta: PT Erlangga.

Koentjaraningrat. (1979). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Martono, Nanang. (2012). Sosiologi perubahan sosial: perspektif klasik, modern, postmodern, dan postkolonial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

https://www.seniberpikir.com/internet-jual-beli-online/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandangan Individu Modern pada Hakikat Hubungan Manusia dengan Alam Sekitar